Ads by Google

Muhammad bin Abdulah adalah orang yang pertama menyampaikan Big Bang

By Unknown - August 12, 2018

Kita meyakini jika langit dan bumi dan segala yang ada di semesta ini diciptakan oleh Allah  سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى.


Muhammad bin Abdulah adalah orang yang pertama menyampaikan Asal Muasal Alam Semsesta (Big Bang)

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

Jauh sebelum Sains Modern berkembang, dan melakukan penyelidikan ilmiah tentang asal muasal Alam Semesta, seorang yang buta huruf, putra Abdullah bin Abdul Muntalib, Muhammad ﷺ , sekitar 1.400 an tahun yang lalu,  atas ijin Tuhannya telah menyampaikan hal yang berkaitan tentang Asal Muasal Alam Semesta, yang dahulunya adalah satu.


Alquran dan Sains Jelaskan Teori Big Bang serta Asal Usul Alam Semesta

Dalam teori astrofisika, muncul beberapa teori soal terciptanya bumi dan semesta. Salah satu teori yang dipercayai adalah alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap.

Asal mula Alam Semesta & Air adalah Unsur Utama Kehidupan




Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal.
Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan penjelasan yang cukup masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta.
Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Alquran 1.400 tahun lalu.
(Sumber : Republika OnLine)

Alquran dan Sains Jelaskan Teori Big Bang serta Asal Usul Alam Semesta

Bukti ilmiah adanya ledakan besar sesuai teori Big Bang telah dipaparkan oleh NASA. Pada 1989, George Smoot bersama Tim NASA meluncurkan satelit untuk meneliti asal mula alam semesta.


Dari hasil penelitian itu, sebagian besar ilmuwan mulai percaya teori Big Bang. Bukti lain kebenaran teori Big Bang adalah berhasil ditemukannya jumlah relatif hidrogen dan helium di alam semesta.
Hasil penelitian yang dilakukan mengungkap bahwa campuran unsur hidrogen dan helium di alam semesta sesuai perhitungan teoritis jika terjadi ledakan besar.
Dari berbagai fakta ilmiah, akhirnya teori Big Bang mendapatkan persetujuan dunia ilmiah. Dalam sebuah artikel yang dimuat pada Oktober 2014, Scientific American menuliskan bahwa teori Big Bang adalah satu-satunya teori yang dapat menjelaskan asal mula alam semesta.
Jauh sebelum teori Big Bang dikemukakan ilmuwan, Alquran telah menjelaskan terkait terbentuknya alam semesta.
(Sumber: Okezone Techno)
Zakir Naik, seorang Ilmuwan Islam, menjelaskan Big Bang dalam Al Quran
Menurut para ahli astrofisika, asal mula adanya alam semesta dikenal dengan teori big bang. Yakni pada mulanya alam semesta berbentuk satu massa yang besar (nebula primer) kemudian terjadi big bang (ledakan pemisah sekunder) yang mengakibatkan pembentukan galaksi yang terbagi dalam planet, matahari, bulan dan lain sebagainya.
Teori big bang memberikan penjelasan paling komprehensif dan akurat tentang penciptaan alam semesta. Big bang juga didukung oleh metode ilmiah beserta observasi yang dilakukan oleh para astronom dan astrofisika selama beberapa dekade.

Yang menakjubkan, ternyata teori big bang telah dijelaskan dalam Al Quran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air. maka mengapa mereka tidak juga beriman?” (QS. Al Anbiya’: 30)

“Kesesuaian yang harmoni antara Al Quran dan teori Big Bang adalah suatu hal yang tidak dapat dielakkan,” kata Dr Zakir Naik menjelaskan keterkaitan ayat ini dengan teori big bang, “Sungguh menakjubkan! Bagaimana mungkin sebuah kitab yang muncul di padang pasir Arab 1.400 tahun silam mengandung kebenaran ilmiah yang mendalam.”
Zakir Naik menjelaskan alam semesta yang mengembang
Pada tahun 1925, Edwin Hubble mempersembahkan bukti pengamatannya bahwa semua galaksi bergerak saling menjauhi satu sama lain. Temuan astronom Amerika Serikat bahwa alam semesta mengembang itu sekaligus menegaskan kebenaran teori big bang.
Teori big bang menyebutkan bahwa dulunya alam semesta merupakan massa besar dan kemudian terpisah oleh sebuah ledakan besar. Konsekuensi dari teori ini, semestinya galaksi-galaksi bergerak saling menjauhi. Itulah yang kemudian ditemukan oleh Edwin Hubble.
Al Quran berbicara tentang hal ini:

وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ

“Dan langit itu Kami bangun dengan tangan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar melakukannya” (QS. Adz Dzariyat: 47)
“Kata musi’un dalam bahasa Arab diterjemahkan dengan memperluas dan ini mengacu pada penciptaan dan perluasan alam semesta,” tulis Zakir Naik menerangkan ayat ini.
“Stephen Hawking dalam bukunya A Brief History of Time menyebutkan bahwa penemuan fakta ilmiah alam semesta senantiasa berkembang adalah sebuah revolusi intelektual abad ke-20. Al Quran menyebutkan fakta ilmiah ini jauh sebelum manusia belajar membuat sebuah teleskop. Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa penemuan fakta astronomi dalam Al Quran bukanlah sesuatu yang mengherankan karena orang Arab dikenal maju dalam bidang astronomi. Pengakuan mereka jika orang Arab unggul dalam astronomi memang benar, tapi Al Quran mengungkapkan fakta ilmiah ini berabad-abad sebelum orang Arab unggul dalam astronomi.” 

Adv. Video Sites

Misteri : 120.17.4 angka penting dalam fase kehidupan manusia







  • Share:

You Might Also Like

0 comments

DOWNLOAD LAGU ALLAHUMMA LABBAIK

ALLAHUMMA LABBAIK, Nissa Sabyan Lihat Videonya : Band  Sabyan Gambus  merilis singgel kedua yang berjudul Allahumma Labba...

Ads by Google

Labels