Ads by Google

Siapakah bangsa Jin itu ?

By Unknown - August 28, 2018

Jin (bahasa Arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi "tersembunyi" atau "tidak terlihat". Jin itu pernah dikatakan menduduki beberapa tempat di langit dan mendengar berita dari Tuhan, setelah mengirim seorang nabi bernama Muhammad S.A.W mereka tidak bisa lagi mendengarnya karena ada garis yang menyimpan rahasia itu.

Asal muasal pembentukan "jin" dari huruf 'jim' (ج) dan 'nun' (ن) menunjukkan arti yang tertutup, Syekh al-Islam berkata: "Dia disebut jin karena kedekatannya dari pandangan manusia. "

Kata jinn oleh bahasa (Arab) berasal dari kata ijtinan, yang berarti istitar (tersembunyi).

Jadi jin menurut bahasa berarti sesuatu yang tersembunyi dan halus, sementara syaitan adalah sifat setiap orang fasik dari jin dan manusia.

Elemen Dasar

Mengenai asal-usul jin, Tuhan menjelaskan, jika manusia pertama diciptakan dari tanah, jin diciptakan dari api yang sangat panas, dijelaskan dalam Al-Hijr dan Ar-Rahman



٢٧  وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ

27. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas (dalam bahasa Inggris : piercing fire) . (Q.S. Al Hijr [15] : 27)


١٥  وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ
15  dan Dia menciptakan jin dari nyala api ( dalam bahasa Inggris : a fusion of fire.) (QS. Ar-Rahmaan [55]: 15)


Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid dan Adh-Dhahak mengatakan bahwa apa yang dimaksud dengan firman Allah: "Dari nyala api, berasal dari api murni". Yang dimaksud dengan api murni tidak dicampur dengan unsur lain, sama seperti manusia diciptakan dari berbagai elemen tanah.



Mereka juga berpendapat bahwa arti "api yang sangat panas" (nar al-samum) atau "nyala api" (nar) dalam firman Tuhan di atas adalah "api murni". Ibn Abbas pernah menafsirkannya sebagai "api", seperti dikutip dalam Tafsir Ibn Kathir.



Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas: "Dari bara api." Sejarah ini ditemukan di Tafsir Ibnu Katsir. Argumennya dari hadits sejarah Aisha, bahwa Muhammad S.A.W. berkata: "Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang diceritakan kepada Anda."





Bentuk fisik

Jin dikatakan memiliki tanduk, [*] kecil dalam ukuran [*] di cerita lain dikatakan kecil seperti lalat [*] memiliki sayap. [*]

Mempunyai Tanduk 
Amr bin Abasah meriwayatkan bahwa Rasulallah  S.A.W
 berkata, "Berdoalah pada waktu fajar Anda. Kemudian tahan diri dari doa (jangan sholat) sampai matahari terbit sehingga (benar-benar) terbit, karena sesungguhnya ia muncul di antara dua tanduk iblis. Pada saat itu, orang-orang kafir itu bersujud kepadanya. Setelah (waktu) kemudian berdoa, karena doa itu disaksikan dan dihadiri (para malaikat) sampai tombak tidak memiliki bayangan (matahari berada tepat di tengah). Lalu, tahan dirimu doa, karena memang itu adalah ketika neraka neraka dinyalakan. Kemudian ketika bayangan matahari telah muncul (matahari tergelincir ke barat) kemudian berdoa, karena doa itu benar-benar disaksikan dan dihadiri (para malaikat) sampai Anda berdoa ashar "Lalu, tahan dirimu dari doa sampai matahari terbenam, karena memang ia tenggelam di antara dua tanduk iblis. Pada saat itu orang-orang kafir memujanya."

(HR. Muslim 832)



Berkenaan dengan pengertian kedua tanduk Setan ini menurut Imam Nawawi para ulama berbeda, ada artinya bahwa ketika sholat manusia cocok pada waktu itu maka setan akan mengikuti dengan kedua tanduk dan beberapa yang berpendapat ketika kafir sujud ke matahari maka iblis berdiri di sana untuk berpikir bahwa dialah yang disembah, ada juga penafsiran kiasan bahwa tanduk yang ada di sana adalah kebanggaan iblis.
(Shahih Muslim bi Syarh An Nawawi Juz IV / 124)

Berukuran Kecil:
Dalam hadits lain juga disebutkan bahwa jika dibacakan bismillah, jin akan menyusut oleh lalat (mungkin ini adalah ukuran jin yang asli). Imam Ahmad ibn Hanbal dalam musnadnya dinarasikan dari ayah Abu Al-Malih, seorang pria bernama Osama bin Umari, ia dikendarai oleh Rasulallah S.A.W. Usamah berkata, "Tunggangan Nabi tergelincir, jadi saya berkata: 'Tsa'isas-syaithaan (celakalah Setan), bahwa Rasulullah S.A.W berkata," Jangan katakan celaka kepada iblis, karena dengan itu dia membengkak seperti gunung. Lalu dia akan berkata, 'Dengan segenap kekuatanku, aku akan menjatuhkannya!' Tapi, biarkan dia berkata: 'Bismillah'. Karena jika Anda mengatakan hal seperti itu, iblis menyusut menjadi seperti lalat. "
(Diriwayatkan oleh Ahmad 5:95, Abu Dawud 4982, An-Nasa'i, Nawawi, Al-Hakim, Mardawaid dan divalidasi oleh Al-Albani)

Sayap :
Imam adh-Dhahhak pernah ditanya: "Apakah iblis memiliki sayap?" Dia menjawab: "Bagaimana mereka bisa terbang ke surga jika mereka tidak memiliki sayap?"
(Hadits Narated oleh. Ibn Jarir)

Menurut ajaran Islam, jin dapat melihat manusia, tetapi sebaliknya manusia tidak dapat melihat mereka dalam bentuk aslinya. Jika ada orang yang bisa melihat jin, maka jin yang dilihatnya adalah jin yang berinkarnasi dalam bentuk makhluk yang dapat dilihat oleh mata manusia.


Maka tidak ada yang bisa melihat jin, kecuali mereka mengubah diri (berinkarnasi) dalam berbagai bentuk. Hanya Nabi dan Rasul yang dapat melihat bentuk aslinya.

"Sesungguhnya iblis muncul di depanku untuk menghancurkan doaku. Tapi Tuhan memberiku kekuatan untuk menghadapinya. Jadi aku membiarkannya. Sebenarnya aku ingin mengikatnya di tiang sampai kamu bisa melihatnya. Tapi aku ingat kata-kata saudaraku Sulaiman 'Alaihissalam:' Ya Rabbi, berilah aku sebuah kerajaan yang tidak pernah dimiliki olehku '. Jadi Tuhan mengusirnya dengan jijik. "
(HR. Al-Bukhari no 4808, Muslim No. 541 dari Abu Hurairah)

Suatu ketika Nabi S.A.W mendirikan doa, kemudian dikunjungi oleh iblis. Dia memegangnya dan mencekiknya. Dia berkata: "Sampai tanganku bisa merasakan lidahnya yang dingin menempel di antara jemariku: jempol dan setelahnya."
(HR Ahmad, 3 / 82-83 dari Abu Sa'id Al-Khudri).


Ada beberapa riwayat yang menjelaskan bahwa mereka mengubah diri mereka menjadi berbagai bentuk seperti:
  • Menjadi orang miskin,
  • Menjadi Syaikh Najd,
  • Berbentuk Ular,
  • Berbentuk Tikus, dll

Dari Ibrahim dari Ibn Mas'ud, ia berkata: "Bunuh semua ular kecuali jin putih yang berbentuk seperti tongkat perak". (Hadits Abu al-Hadits) Al Mudziri mengatakan hadits ini munqothi 'karena Ibrahim tidak pernah bertemu Ibn Mas'ud, Rasulullah S.A.W berkata: “Ular adalah jin yang mengubah bentuk dan bentuknya sebagai Bani Israil yang berubah bentuk menjadi seperti monyet dan babi. "
(HR.Thabrani dengan sanad yang sahih)





Ibnu Abbas berkata: "Suatu hari seekor tikus datang menyeret kain pintal kemudian dilemparkan ke depan Rasul SAW yang sedang duduk di atas tikar. Kemudian kain pintal yang dibawa tikus itu dibakar persis seperti uang dirham. Rasulullah S.A.W kemudian berkata:" Saat Anda tidur, matikan lampu, karena syaithan sering membentuk tikus"

(HR. Abu Dawud dengan sanad shahih).

Jin dapat bermanifestasi seperti manusia lain kecuali sosok Nabi Muhammad S.A.W, mereka dapat mengubah keberadaan mereka menjadi hewan apa pun. Dan dapat menjadi bentuk Anak-anak Adam, ketika iblis pergi ke orang-orang musyrik dalam bentuk Suraqah ibn Malik ketika mereka akan pergi ke Badar. Mereka dapat bervariasi dalam berbagai bentuk, seperti anjing hitam atau kucing hitam. Karena warna hitam lebih signifikan untuk kekuatan jin dan memiliki kekuatan panas.

Abu Hurairah,  radiyallahu 'anhu, melaporkan: Rasulullah S.A.W berkata: "Siapa pun yang melihat saya dalam mimpi, maka dia benar-benar melihat saya. Sesungguhnya Setan tidak dapat menjelma seperti saya."
(Shahih Muslim No.4206)

Hadits yang diceritakan oleh Hadis Abu Qatadah, ia berkata: Rasulullah S.A.W berkata: "Siapapun yang melihat saya dalam mimpi, maka dia benar-benar melihat sesuatu yang benar."
(Shahih Muslim No.4208)


Beberapa hewan diberkati melihat jin, seperti keledai dan anjing:

Kami diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud; dari Jabir bin Abdullah radiyallahu 'anhu, katanya, "Rasul S.A.W:" Ketika Anda mendengar gonggongan anjing dan keledai keledai di malam hari, mintalah perlindungan (ta'awwudz) kepada Allah, karena mereka melihat sesuatu yang Anda tidak Lihat . "

Shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Shyaibah no. 29797; Ahmad 3/306 dan 355; Abd bin Humaid no. 1157-Muntakhab; al-Bukhari di al-Adab al-Mufrad, tidak. 1234; Abu Dawud, Kitab al-Adab, Bab ad-Dik wa al-Bahaim, 2/748, no. 5103; Abu Ya'la no. 2221 dan 2327; Ibn Hibban no. 5517 dan 5518; ath-Thabrani di ad-Du'a` no. 2008; al-Hakim 4/283; al-Baghawi no. 3060: dari berbagai jalan, dari Muhammad bin Ishaq, dari Muhammad bin Ibrahim bin al-Harith, dari Atha` bin Yasar, dari Jabir ke hadits.


Leluhur Jin

Al-Hasan Al-Basri berkata: "Setan bukan malaikat sama sekali, Iblis adalah asal mula jin, karena Adam adalah asal mula manusia." Kemudian menurut Asy-Syekh Abdurrahman bin Nasir As-Sa'di menambahkan: "Iblis adalah abu al-jan (bapa jin)


٥٠  وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

 Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam884, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim..(QS. Al Kahfi [18] : 50) 

Al-Hasan Al-Basri .. Dia menyatakan: "Setan tidak pernah menjadi malaikat yang berkelap-kelip sama sekali, dan dia memang adalah asal mula jin, karena Adam adalah asal mula manusia." Diriwayatkan Ibnu Jarir dalam komentar Al-Kahf ayat 50, dan diucapkan oleh Ibnu Katsir dalam penafsiran-Nya

Sejarah Jin dan Setan

Ketika manusia pertama diciptakan, maka Tuhan memerintahkan para malaikat dan Azazil untuk bersujud di hadapan Adam. Segera Azazil menolak untuk bersujud, lalu dia dipanggil oleh Tuhan dengan kalimat Setan. Jadi Iblis ini adalah "Setan Pertama", karena dia adalah orang pertama yang memberontak atas perintah Tuhan.

Syaithan dalam bahasa Arab menurut Ibn Jarir, sebenarnya adalah kata sifat yang dapat menunjukkan hal-hal yang tidak beriman kepada Tuhan, baik dari jin, manusia, hewan, atau apa pun yang jauh dari baik, pendapat ini diperkuat dalam Surat Al-An 'am:


١١٢  وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

112. Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)499. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS. Al An'am [6] : 112)

Assh-Syaikh Muqbil bin Hadi pernah ditanya tentang perbedaan jin dan setan, dia menjawab: "Hampir semua setan adalah Jin, tetapi ada juga yang benar. Setan diciptakan untuk membuat orang menjauh dan menyesatkan mereka. Kemudian jin yang saleh, mereka berpegang teguh pada agama mereka, memiliki masjid dan berdoa hanya sejauh mereka mengetahui pengetahuan mereka. Hanya saja sebagian besar dari mereka bodoh. "

Jenis dan Klasifikasi
Jin terdiri dari tiga kelompok, yang memiliki sayap dan terbang di udara, sekelompok ular dan kelompok nomaden.

Rasulallah S.A.W, mengatakan: "Jin terdiri dari tiga kelompok; satu kelompok memiliki sayap dan mereka terbang di udara, satu kelompok dalam bentuk ular dan satu kelompok tidak menetap."
Hadits Abu Tsa'labah radiyallohu anhu, diriwayatkan oleh Ath Thabrani (22 / 214-215) no. 573, Al Baihaqi dalam "Al Asma wa Ash Shifat" (827), Al Hakim (2/456) dan divalidasi oleh Syeikh Al Albani Rahimahullah dalam ta'liqnya terhadap Kitab "Al Misykaat" (4148) dan Syekh Us Al Wadi ' i Rahimahullah dalam "Ash Shahiih Al Musnad Mimma Laisa Fii Ash Shahihain" (1213)

Cara berkembang biak

Jin memiliki jenis kelamin yang sama seperti manusia, perempuan dan laki-laki, mereka mampu berkembang biak dan berkembang biak. Kemudian orang-orang Jin juga diyakini mati sebelum hari kiamat datang, kecuali Iblis yang usianya telah ditangguhkan.

Ibn'Abbas radhiyallahu 'anhuma menceritakan bahwa Nabi S.A.W dalam salah satu doanya, ia membacakan: "Aku berlindung dengan kemuliaan-Mu bahwa tidak ada tuhan yang berhak untuk menyembah selain Engkau. Dzat yang tidak akan mati. Jinn dan manusia akan mati. "
(HR. Bukhari no 7383 dan Muslim no. 2717)

Seorang sahabat Rasulullah Muhammad S.A.W, yang membunuh ular tak terlihat di rumahnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits sejarah Muslim. 'Alamul Jinni wa asy-Syayathiin, Dr. Umar Sulaiman Al-Ashar.

Kehidupan: Agama, Makanan, dan Habitat

Dikisahkan jin memakan makanan berasal dari kotoran manusia dan hewan, tulang, jus makanan dan minuman yang tidak disebutkan Basmallah terlebih dahulu, mereka menyukai aroma dupa, dan minuman yang memabukkan.

Kisah Abu Hurairah r.a. , bahwa dia pernah membawa kantong air yang terbuat dari kulit untuk wudu sebagaimana dilakukan Rasulullah S.A.W, dan dia mengikutinya dengan kantong air, dia bertanya: "Siapa ini?". Dia membalas; "Saya Abu Hurairah". Kemudian dia S.A.W berkata: "Carikan aku beberapa batu untuk saya gunakan sebagai alat mencuci dan jangan bawakan tulang dan kotoran hewan". Kemudian saya datang dengan beberapa batu dengan ujung baju saya dan meletakkannya di sampingnya S.A.W. Lalu saya pergi. Ketika dia selesai, saya berjalan dengan dia S.A.W dan bertanya; "Mengapa dengan tulang dan kotoran binatang?". Dia S.A.W menjawab: "Keduanya termasuk makanan jin, dan benar-benar pernah datang kepada saya utusan jin dari Nashibin, dia adalah yang terbaik dari jin, kemudian mereka bertanya kepada saya tentang ketentuan, jadi saya memohon kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى untuk mereka agar tidak lagi menjadikan tulang dan kotoran hewan sebagai makanan ".
(HR Al-Bukhari no 3571)


Kisah dari Amir dia berkata, "Aku bertanya kepada Alqamah, Pernahkah Ibn Mas'ud menyaksikan dengan Nabi S.A.W pada suatu malam?" ia berkata, 'Kemudian Alqamah berkata,' Saya bertanya kepada Ibnu Mas'ud, lalu saya berkata, Apakah salah satu dari Anda hadir ketika Nabi S.A.W bertemu dengan sebuah golongan Jin pada suatu malam? 

Dia menjawab, Tidak, tetapiketika kami suatu malam bersama dengan Rasulullah S.A.W, kami kehilangan dia sehingga kami mencari dia di lembah dan jejak kaki ke pegunungan, jadi kami mengatakan Jin membawanya pergi atau membunuhnya secara rahasia - dan kami menghabiskan malam dengan malam yang buruk yang ditemani oleh teman-teman sepanjang malam itu. 

Di pagi hari, tiba-tiba dia S.A.W datang dari arah Hira 'Sang perawi berkata, “Kami berkata, Wahai Rasulullah, kami telah kehilanganmu, lalu mencarimu, lalu kami tidak membuat Anda sampai kami menghabiskan malam pada malam yang buruk yang dihuni oleh teman-teman bersama sepanjang malam. ”Dia S.A.W menjawab,“ Seorang dari antara jin datang kepada saya, jadi saya pergi bersamanya, lalu saya membaca Alquran di di depan mereka. Narator berkata, 'Kemudian dia S.A.W pergi bersama kami untuk menunjukkan jejak kaki mereka dan jejak api mereka, dan mereka meminta pasokan, jadi dia berkata, Anda mendapatkan setiap tulang yang dengan nama Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah disebutkan (ketika disembelih), yang di tangan Anda lebih ke daging dan setiap hewan itu te adalah makanan untuk hewan berkuda Anda. '

Kemudian Rasulullah S.A.W  berkata, Jadi, jangan pergi bersama mereka berdua (yaitu kotoran dan tulang hewan), karena mereka adalah makanan saudara Anda. "Dan telah memberitahuku tentang dia Ali bin Hujr as-Sa'di telah memberi tahu kami Ismail bin Ibrahim dari Dawud ini sanad untuk kata-katanya," Dan jejak-jejak perapian mereka. "Asy-Sya'bi berkata," Mereka meminta persediaan kepadanya, dan mereka berasal dari jin al-Jazirah. "

(Shahih Muslim no 682)

Di antara mereka ada yang percaya dan ada pula yang kafir seperti manusia, berdasarkan Al-Quran surah al-Jin.


١١  وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا

11. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda


١٤  وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ ۖ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَٰئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا

14. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang ta'at dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang ta'at, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus 
(QS. Al Jinn [72] : 11 & 14)


Ada juga jin jin yang ateis, menyembah matahari, bahkan menyembah sesama jin, animisme, dinamisme, tetapi ada juga agama Majusi, Yahudi, dan Kristen. Itu seperti seorang pria yang memiliki keyakinan dan aqidah yang berbeda.





Nabi Muhammad S.A.W bahwa ketika memasuki masjid digunakan untuk berdoa (yang berarti): "Aku berlindung kepada Allah yang Maha Kuasa, Wajah-Nya yang Agung, dan untuk kekuatan-Nya yang tanpa awal, dari setan terkutuk." Narator hadits bertanya kepada gurunya, "Apakah hanya itu yang dikatakannya?" Dijawab, "Ya." Nabi S.A.W berkata, "Ketika seseorang mengucapkan doa, Setan berkata," Dia telah diberi penjaga dari godaan saya sepanjang hari. "

(Abu Dawud dari hadits dari Ibn 'Amr ra, hadits shahih)



'Utsman ibn Abil' Ash datang ke nabi S.A.W kemudian mengeluh, "Ya Rasulullah, iblis sebenarnya menghalangi saya dari doa yang saya baca, dia membingungkan bacaanku." Rasul S.A.W menyarankan, "Itu adalah setan bernama Khinzib, jika Anda menemukan itu, maka berlindunglah kepada Allah dan meludah ke arah kiri tiga kali." 'Utsman berkata, "Aku melakukan itu, lalu Allah menghapus gangguan dari saya."
(Hadis riwayat Muslim)

Menurut beberapa riwayat,  Jin hidup di beberapa tempat, kelompok jin kafir suka tinggal di tempat yang kotor, atau mengganggu manusia dalam doa. Tempat tinggal di antara mereka adalah:
WC (tempat yang najis dan kotor), Rumah, Pemakaman, Pasar, Dekat unta dan kandangnya, Lembah, Lautan, Gurun, Lubang di tanah, Tempat orang berdosa. Tempat antara panas dan teduh, Tempat atau benda yang dianggap suci, tempat sunyi.[more...]

Dengan kekuatan Tuhan, Jin tidak bisa melihat para Malaikat, meskipun mereka adalah makhluk gaib. Ini didasarkan pada kisah kematian Salomon, ketika Dia memimpin pekerjaan Jin. Jin tidak tahu bahwa Nabi Sulaiman telah meninggal. Tubuhnya jatuh karena tongkatnya lapuk dimakan rayap. [Raja Salomon adalah sama dengan Nabi Sulaiman]


١٤  فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ

Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan
(QS. Saba' [34] : 14)

Mudah-mudahan..
"Artikel ini menjawab pertanyaan mendasar

tentang perbedaan bentuk hantu di setiap wilayah negara.

Pertanyaan mendasar adalah: Mengapa hantu di setiap tempat berbeda dalam bentuk? Misalnya orang Barat lebih akrab dengan Vampir, orang Afrika mengenal Voodoo, orang Asia Tenggara khususnya Indonesia tahu hantu 'Pocong', dll. Hal ini bisa dilihat dari karya sinema horor di negara-negara ini.

Bentuk perwujudan hantu bukanlah bentuk asli mereka. Kekuatan imajinasi manusia di suatu wilayah negara sangat memengaruhi manifestasi hantu. Bentuk-bentuk menakutkan yang dibayangkan oleh seseorang dapat mempengaruhi penampakan hantu yang dapat dilihat beberapa orang. "





Adv. Video Sponsor


Langit Pertama & Foto Penampakan Makhluk tertangkap Kamera #5533Science 



  • Share:

You Might Also Like

0 comments

DOWNLOAD LAGU ALLAHUMMA LABBAIK

ALLAHUMMA LABBAIK, Nissa Sabyan Lihat Videonya : Band  Sabyan Gambus  merilis singgel kedua yang berjudul Allahumma Labba...

Ads by Google

Labels